Sabtu, 13 November 2010

Produksi dan Produktivitas

Diposting oleh nadiapucino di 19.08 0 komentar

Produksi

Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.

Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energy,dsb) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.

§ Sistem Produksi Manufaktur

a. Disain produksi dari barang yang diproses

b. Pemilihan/penentuan peralatan dan prosesnya

c. Disain tugas

d. Lokasi dari fasilitas produksi

e. Layout dari fasilitas tersebut

1. Sifat Proses Produksi

a. Proses ekstraktif

Proses ekstraktif adalah suatu proses produksi yang mengambil bahan-bahan lansung dari alam

b. Proses analitik

Proses analitik adalah suatu proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hamper menyerupai bentuk/jenis aslinya.

c. Proses fabrikasi

Proses fabrikasi (proses pengubahan) adalah proses yang mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk.

d. Proses sintetik

Proses sinetik menunjukan metode pengkombinasian beberapa bahan kedalam suatu bentuk produk.

2. Jangka Waktu Produksi

a. Proses terus-menerus (continuous process)

Istilah proses terus-meneru digunakan untuk menunjukan suatu keadaan manufaktur dimana periode waktu yang lama diperlukan untuk mempersiapkan mesin dan peralatan yang akan dipakai.

b. Proses terputus-putus (intermittent process)

Istilah proses terputus-putus ini terdapat dalam keadaan manufaktur dimana mesin-mesin itu beroperasi dengan mengalami beberapa berhenti dan dirancang lagi untuk membuat produk lain yang berbeda.

3. Sifat Produk

a. Produksi standard

Dalam produksi standard ini, sering dihasilkan sejumlah barang untuk persediaan disamping yang dikirimkan kepada pembeli dan penyalur.

b. Produksi Pesanan

Produksi pesanan ini muncul atau digunakan bilamana para pembeli menghendaki adanya spesifikasi tertentu dari produk yang diinginkan, sedangkan kemampuan produksinya sangat terbatas .

KEGIATAN PRODUKSI

§ Perencanaan Produksi

Fungsi produksi adalah menciptakan brang dan/atau jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Perencanaan produksi meliputi keputusan-keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi:

· Jenis barang yang akan dibuat

· Jumlah barang yang akan dibuat

· Cara pembuatan (penggunaan peralatan yang dipakai)

Perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri atas 4 tahap, yaitu:

· Tahap pertama, penentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi dan

syarat-syarat yang harus dipenuhi

· Tahap kedua, penentuan disain barang yang tepat

· Tahap ketiga, penentuan cara pmbuatan yang berupa penentuan urutan proes produksi, tempat kerja dan peralatan yang dipakai.

· Tahap keempat, pembuatan merupakan usaha memodifikasi tahap ketiga yang disesuaikan dengan layout, tuntutan kualitas dan mesin/peralatan yang tersedia.

§ Pengendalian Produksi

Pengendalian produksi (production control) merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif (pekerja, mesin, peralatan, dan material) kedalam suatu aliran dimana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan ganguan minimum ongkos terendah, dan kemunginan waktu tercepat.

a. Jenis-jenis Pengendalian Produksi

Ada dua macam pengendalian produksi, yaitu :

· order control digunakan oleh perusahaan manufaktur yang beroperasi hanya pada waktu menerima pesanan-pesanan dari pembelinya.

· flow control digunakan dalam pabrik-pabrik yang berproduksi untuk persediaan dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang jadi dari tempat persediaan begitu pesanan pembeli diterima.

b. Tahap-tahap dalam Pengendalian Produksi

· Perencanaan

Jika pesanaan pembeli atau pesanan untuk persediaan pada perusahaan telah diterima oleh bagian perencanaan produksi, maka pesanan tersebut dapat dipecah-pecahke dalam beberapa bagian.

· Routing

Routing merupakan suatu usaha untuk menentukan urut-urutan dari proses dan alat-alat yang digunakan dalam produksi.

· Scheduling

Schedulingmerupakan suatu usaha untuk menentukan kpan produksi akan dimulai dan selesai dan selesai untuk diserahkan.

· Dispatching

Dispatching merupakan surat perintah yang berisi wewenang untuk melakukan kegiatan poduksi.

Analisis Jaringan Kerja : Metode Jalur Kritis dan Pert

Analisis jaringan kerja (Network Analysis) adalah merupakan tehnik yang berkaitan dengan masalah penetapan urutan pekerjaan yang diarahkan untuk meminimumkan waktu penyelesaian suatu pekerjaan atau proyek,agar dicapai biaya yang rendah. Konsep dasarnya yaitu:

1. Jaringan kerja (Network)

Merupakan satu seri (rangkaian) aktivitas yang bersambung dalam menghasilkan barang dan jasa, yang terarah kepada usaha pencapaian tujuan perusahaan.

2. Jalur kritis (critical path)

Jalur kritis adalah jalur yang terpanjang dalam menyelesaikan satu rangkaian pekerjaan sampai selesai.

Aktivitas Semu (Dummy)

Aktivitas semu adalah suatu aktivitas dalam jaringan kerja yang membutuhkan nol satuan waktu.

Keterbatasan-keterbatasan Metode Jalur Kritis (MJK)

Faktor-faktor penting yang membatasi penerapan metode jalur kritis adalah:

1. MJK mendasarkan diri pada asumsi bahwa penyelsaian aktivitas dapat diketahui dengan tepat pada setiap waktu. Hal demikian ini tidak mungkin terjadi pada kehidupan Negara.

2. MJK tidak memasukan gagasan analisi statistikbdalam menentukan perkiraan waktu.

3. MJK merupakan model perencanaan statik dan bukannya alat control yang dinamik.

Program Evaluation and Review Technique (PERT)

Kelemahan dari MJK adalah adanya asumsi keadaan yang statik; atau dengan kata lain mengabaikan masalah dinamika keadaan. Untuk mengatasi keterbtasan MJK diciptakan satu model, sebagai perubahan konsep MJK dengan memasukan beberapa hal seperti;

1. Teori probilitas yang berguna untuk memperhitungkan ketidakpastian masa yang akan datang.

2. Gagasan analisis statistic untuk memperkirakan standard penyimpagan waktu penyelesaian keseluruhan pekerjaan.

3. Membuatmodel yang baru sebagai alat control yang dinamik,model tersebut terkenal dengan Program Evalution and Review Technique (PERT).

Didalam PERT ini digunakan 3 macam perkiraan waktu yaitu:

· Waktu yang paling optimis (wo) merupakan kemungkinan waktu penyelesaian yang paling pendek, jika semua pekerjaan berjalan dengan lancar.

· Waktu yang paling pesimis (wp) merupakan keungkinan waktu penyelesaian yang paling panjang, dengan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan penundaan.

· Waktu normal (wn) merupakan kemungkinan waktu penyelesaian sebagaimana biasa terjadi.

Dengan menggunakan ketiga jenis waktu tersebut, dihitung waktu yang diharapkan (wh) dengan memakai rumus:

Wh = w0 + 4wn + wp

6

§ Pengendalian Persediaan Bahan Baku

Jumlah persediaan yang tepat dapat ditentukan dengan jalan menghitung jumlah persediaan yang paling ekonomis, jumlah yang ekonomis itu dipengaruhi oleh besar kecilnya jumlah pemesanan. Jumlah pemesanan yang ekonomis dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu:

a. Jumlah Pemesanan

b. Biaya Pemesanan

c. Biaya penyimpanan

d. Harga bahan baku.

Jumlah pemesanan yang paling ekonomis dihitun dengan enggunakan rumus:

JPPE = 2 × K × Bp

H×Bs

Keterangan :

JPPE : Jumlah pemesananyang paling ekonomis

K : Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun

Bp : Biaya pemesanan (setiap pesan)

Bs : Biaya penyimpanan (dinyatakan dalam %)

H : Harga bahan baku perunit.

§ Pemeliharaan Peralatan

Kerugian yang diterima oleh perusahaan karena kelalaian mengadakan pemeliharaan peralatan disebabkan antara lain:

1. Kerusakan peralatan yang sudah cukup parah sehingga menyebabkan biaya perbaikan menjadi mahal.

2. Kerugian karena berhentinya ebagian atau keseluruhan kegiatan produksi.

3. Kerugian karena keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen sehingga menyebabkan turunnya pendapatan perusahaan.

4. Perusahaan terpaksa harus membayar claim karena penyerahan yang tidak tepat.

5. Menimbulkan keengganan para pelanggan untuk kembali memesan keperusahaan karena dianggap tidak menepati janji.

Biaya pemeliharaan dari tahun ketahun selalu cenderung naik. Hal ini disebabkan 3 hal berikut:

· Selalu terdapat kenaikan yang ajeg pada kecepatan pengoperasian peralatan,ketetapan toleransi dan spesifikasi produk yang dibuat.

· Adanya kecenderungan untuk memasang alat kontrol otomatis dan alatalat pembantu lainnya, sebagai akibat dari perkembagan tehnologi.

· Peralatan baru biasanya lebih mahal karena adanya pengaruh perubahan harga dan perkembagan peralatan itu sendiri, dan agar keneikan biaya tidak merubah unit cost terlalu menyolok, maka mesin baru diusahakan untuk dapat bekerja lebih lama, lebih produktif atau justru keduanya.

Organisasi Pemeliharaan Peralatan

a. Didesentralisir menurut pusat biya atau departemen.

Keuntugannya Antara lain

· Tenaga mekanik akan mengerti betul pnggunaan dan karakteristik alat-alat yang harus mereka pakai.

· Mempermudah pimpinan mengarahkan orang-orang untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang harus cepat selesai.

· Kontrol pemeliharaan dapat lebih ditingkatkan, sehingga perbaikan-perbaikan besar dapat lebih diperkecil.

Sedangkan kelemahan adalah :

· Fleksibilitas sangat rendah

· Terdapatnya duplikasi tenaga kerja.

b. Sentralisasi

Keuntungannya antara lain:

· Tidak tedapat duplikasi alat-alat dan, tenaga kerja dan persediaan suku cadang.

· Fleksibilitas yang tinggi.

Kelemhannya adalah:

· Memerlukan tenga kerja yang dapat menagani berbagai bidang atau memerlukan tenaga spesialisai cukup banyak.

· Memerlukan perencanaan, pengaturan jadwal waktu dan pembagian tugas yang efektif agar pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan efisien.

· Sulit untuk menetapkan pembagian tugas dengan baik pada pekerjaan-pekerjaan yang harus didahulukan dan diselesaikan dengan segera.

· Beban pekerjaaan bagian pemeliharaan semakin berat.

Program pemeliharaan peraltan antara lain:

1. Penyusunan perencanaan yang meliputi penentuan tugas-tugas yang akan dilakukan, prioritasnya dan tenaganya.

2. Mengatur jadwal waktu dan beban pekerjaan sesuai dengan skala prioritasnya.

3. Mengatur kartu perintah kerja dan katu-kartu pemeliharaan setiap peralatan untuk mengawasi keajegan pemeliharaan dan suku cadang yang pernah diganti, dan bahkan untuk memonitor dibagian apa, peralatan itu sering mengalami kerusakan.

4. Mengatur penggunaansuku cadang dengan memakai kartu kendali untuk mempermudah administrasi gudang (misalnya mester bill of material da bill of material.)

5. Mengatur program latihan (traning) dengan metode-metode yang mungkin dilaksanakan, dengan maksud meningkatkan ketrampilan kerja mereka.

6. Mengatur distribusi waktu kapan peralatan akan dip[erbaiki dengan memperhitungkan berbagai kemungkinan kerugian yang akan diderita karena sebagian atau seluruh kegiatan terhenti, selama perbaikan langsung.

§ Pengawasan Kualitas dan Inspeksi

Terdapat 4 tahap dalam pengawasan kualitas yaitu:

1. Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar (konsumen)

2. Tahap penentuan disain tehnis untuk mencapi target tuntutan pasar.

3. Tahap pembuatan, beberapa pengawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi, sebgai perwujudan pelaksanaan tahap 1 dan .

4. Tahap penggunaan di lapangan , dimna pemasangan akan berpengaruh kepada kualitas akhir dan pengefektifan jaminan kualitas serta daya kerja barang.

Bagan Pengawasan (Control Chart)

1. Penyimpangan-penyimpangan yang tidak dapat ditentukan

2. Penyimpangan-penyimpagan yang dapat ditentukan

Lokasi dan Layout Pabrik

§ Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi Pabrik

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbagan dalam pemelihan tempat untuk pabrik baru, yaitu:

· Dekat dengan pasar

· Dekat dengan bahan bakiu

· Ongkos transport

· Penyediaan tenaga kerja

· Penyediaan sumber tenaga/energi

· Lingkungan sekitar

· Iklim

§ Cara Penentuan Lokasi Pabrik

a. Cara Kualitatif

Cara ini merupakan cara yang paling sederhana yaitu cukup mengadakan penilaian kualitantif terhadap faktor-faktor yang dianggap memegang peranan pada setiap alternatif lokasi.

b. Cara kuantitatif

1. Cara yang sederhana

Cara sederhana ini merupakan usaha mengkuantifikasi hasil analisis kualitatif yang telah dilakukan, dengan cara memberikan score (nilai) pada setiap criteria.

2. Cara yang kompleks

Cra ini menggunakan rumus-rumus matematika dan menggunakan model tertentu, yang b anyak digunakan dalam operation research.

§ Layout Fasilitas Produksi

Layout fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat-alat, tenaga kerja, dan kegiatan-kegiatan didalam produksi.

Adapun tujuan pokok dari layout pabrik ini adalah:

· Untuk meminimumkan biaya pengangkutan dan penaganan

· Untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan.

· Untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efisien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan.

· Untuk melakukan pekerjaan yang efisien

· Untuk memudahkan pengawasan pekerjaan bagi mandor.

1. Proses layout

Proses layout atau disebut juga functional layout merupakan penyusunan fasilitas produksi (mesi-mesin) dimana mesin-mesin yang mempunyai fungsi sama ditempatkan pada tempat yang tertentu. Proses layout ini disebut pula sebagai fungsional atau job lot.

2. Product Layout

Product Layout merupakan pengaturan mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus proses produksinya. Layout ini lebih sesuai untuk proses produksi terus-menerus atau produksi barang-barang standard. Penggunaan (penerapan) product layout ini akan ekonomis apabila memenuhi syarat-syarat berikut:

a. Volume Produksi cukup sesuai dengan kapasitas penggunaan mesin dan peralatan yang dipasang.

b. Permintaan akan barang yang dihasilkan cukup stabil.

c. Barang yang dihasilkan terstandardidir.

d. Komponen-komponen (suku cadang) dapat saling ditukarkan.

e. Penyediaan material yang ajeg.

Senin, 01 November 2010

PEMASARAN

Diposting oleh nadiapucino di 03.46 0 komentar
PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN
 Pengertian Pemasaran
Menurut William J. Stanton Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, memepromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada mauun pembeli potensial.
 Penciptaaan Faedah Bagi Konsumen
Faedah utility adalah kekuatan suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan. Perusahaan dapat menciptakan lma macam faedah, yakni:
1. Faedah Bentuk (form utility) diciptakan oleh kegiatan produksi
2. Faedah waktu (time utility) diciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutukan untuk membelinya.
3. faedah tempat (place utility) merupakan faedah yang diciptakan dengan menyediakan produk pada tempat yang strategis apabila konsumen ingin membelinya.
4.Faedah milik (ownership utilty) faedah milik diciptakan dengan mempersipkan pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli.
5. Faedah informasi (information utility) Faedah informasi diciptakan dengan memberikan informasi tentang enawaran suatu produk kepada konsumen.
 Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan social bagi kelangsungan hidup perusahaan.
 Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu:
 Pendekata Serba Fungsi
Fungsi pokok pemasaran adalah
1. Penjualan
Penjualan merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju, dan merupakan sumber pendapatan yang diperlukan untuk menutup ongkos-ongkos dengan harapan bisa mendapatkan laba.




2. Pembelian
Fungsi pembelian bertujuan untuk memlih barang-barang yang dibeli untuk dijual atau untuk digunakan dalam perusahaan dengan harga, pelayanan dari penjual dan kualitas produk tetentu.
3. Pengangkutan
Pengangkutan merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke yempat barang dikonsumsikan
4. Penyimpaan
Penyimpanan merupakan fungsi menyimpan barang-barang pada saat barang selesai diroduksi sampai pada saat baran dikonsumsikan. Alasan-alasan untuk mengadakan penyimpanan adalah:
a. Produksi bersifat musiman, sedangkan konsumen bersifat terus menerus, misalnya : buah-buahan, beras, dsb.
b. Konsumsi bersifat musiman, sedangkan produksi terus-menerus seapanjang tahun, misalnya: paying, jas ujan.
c. Spekulasi, yaitu dengan membeli dan menimbun barang-barang untuk dijual pada waktu harga sudah naik.
d. Menyetabilkan harga, yaitu dengan jalan membeli dan menimbun barang-barang pada waku barang melimpah sehingga harganya rendah.. Kemudian menjualnya pada saat terdapat kekurangan barang.
e. Penyimpanan memungkinkan pembelian dalam jumlah besar, dan pembelian dalam jumlah besar memungkinkan untuk memperoleh potongan harga, biaya angkut perunit lebih rendah, mengatasi kemungkinan kelambatan penyerahan barang, dan untuk pengawetan atau pematangan (seperti pisang dan tembakau)
5. Pembelanjaan
Pembelanjaan adalah fungsi mendapatkan modal dari sumber ekstern guna menyelenggarakan kegiatan pemasaran.
6. Penanggungan resiko
Penanggungan resiko adalah fungsi menghindari dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan pemasaran barang. Tiap-tiap perusahhan menghadapi macam-macam resiko, antara lain:
a. Resiko yang ditimbulkan oleh alam, seperti : gempa bumi, angin puyuh, banjir.
b. Risiko yang ditimbulkan oleh manusia , seperti :kebakaran, pencurian, tidak dibayarnya utang oleh pembeli.
c. Resiko yang ditimbulkan oleh pasar, seperti: merosotnya harga penjualan.
Adapun cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko, khususnya risiko kebakaran dan pencurian, ialah:
a. Memperkecil jumlah persediaan barang
b. Dengan mengusahakan fasilitas penyimpanan yang baik dan kuat.
c.Dengan mengasuransikan barang-barang yang disimpan.
7. Standardisasi dan Grading
Standardisasi adalah penentuan batas-batas dasar dalam bentu spesifikasi barang-barang hasil manufaktur, kadang-kadang juga disebut normalisasi.
Grading adalah usaha menggolong-golongkan barang kedalam golongan standard kualitas yang telah mendapat pengakuan dunia perdagangan.
8. Pengumpulan informasi dasar
Dalam fungsi ini termasuk pula pengumpulan dan penafsiran keterangan-keterangan tentang macam barang yang beredar di pasar, jumlahnya, macam barang yang dibutuhkan konsumen, harganya,dsb.
Kedelapan fungsi pokok pemasaran tersebut dapat dimasukkan kedalam tiga macam fungsi, yaitu:
• Fungsi pertukaran, meliputi : pembelian dan penjualan
• Fungsi penyediaan fisik, meliputi: pengaangkutan dan penyimpanan.
• Fungsi penunjang, meliputi : pembelanjaan, penanggungan risiko, standardisasi dan grading, serta pengumplan informasi pasar.
 Pendekatan Serba Lembaga
Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan oemasaran. Lembaga tersebut adalah:
• Penyediaan bahan/supplier yang menyediakan bahan kepada produsen.
• Produsen yang mengolah bahan menjadi barang jadi.
• Perantara pedagang, seperti : pedagang besar dan pengecer.
• Perantara agen, seperti: agen penunjang (perusahaan angkutan, perusahaan penyimpanan) dan age pelengkap (biro periklanan, lembaga keuangan)
• Perusahaan saingan.
• Pembeli akhir.
 Pendekatan Serba Barang
Pendekatan serba barang atau disebut juga pendekatan organisasi industri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.


 Pendekatan Serba Manajemen
Pendekatan ini mempelajari dan menekankan masalah-masalah pemasaran yang dihadapi oleh produsen sebagai kekurangan dari aspek lain tentang sistem pemasaran.
 Pendekatan Sumber Sistem
Definisi dari sistem pemasaran adalah:
Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide,orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk sera mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
PASAR
 Pengertian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang memiliki keinginan utuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemeuan untuk membelanjakan.
 Macam-macam Pasar
Pasar dapat digolongkanmenjadi 4 golongan yakni:
• Pasar Konsumen adalah sekelompok membeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsikan, bukannya dijual atau diproses lebih lanjut.
• Pasar Industri adalah pasar yang terdiro atas indivdu-individu dan lembaga atau organisasi yang membeli barang-barang untuk dipakai lagi, baik secara langung maupun tudak langsung, dalam memproduksi barang lain yang kemudian dijual.
• Pasar Penjual adalah suatu pasar yang terdiri atas inividu-individu dan organisasi yang membeli barang-barang dengan maksud bunjtuk dijual lagi atau disewakan agar mendapatkan laba.
• Pasar Pemerintah adalah pasar dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintah, seperti : departemen-departeme, direktorat, kantor-kantor dinas, dan instansi lain.
 Segmentasi Pasar
Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar ) yang bersifat homogen.
MARKETING MIX DAN PRODUK
 Pengertian Markeing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni: produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.

 Pengertian Barang
Barang/Produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, harga, warna, prestise, perusahaaan dan pengecer, pelayanan dan perusahaan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuakan keinginan atau kebutuhannya.
 Penggolongan barang menurut tingkat pemakaian dan kekongkritannya.
Barang dapat dibagi menjadi:
1. Barang Tahan Lama
Barang tahan lama (durable goods) adalah barang-barang yang secara normal dapat dipakai berkali-kali. Jadi dapat dipakai da;lam jangka waktu yang lama.
2. Barang Tidak Tahan Lama
Bahan tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang-barang yang secara normal hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kali saja.
3. Jasa
Jasa adalah kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Misalnya jasa reparasi, jasa potong rambut, jasa pendidikan, dsb.
 Penggolongan Barang Menurut Tujuan Pemakaian oleh si Pemakai
1. Barang Konsumsi
Barang konsumsi adalah barang-barang yang dibeli untuk di konsumsikan. Barang konsumsi dapat dapat dikelompokan menjadi tiga golongan, yaitu:
• Barang Konvenien
Barang konvenien (convenience goods) adalah barang yang mudah dipakai, membelinya dapat disembarang tempat, dan pada setiap waktu. Misalnya sabun, roko, dsb.
• Barang Shooping
Barang shooping (shooping goods) adalah barang yang harus dibeli dengan mencari dahulu dan dalam membelinya harus dipertimbangkan masak-masak misalnya dengan membanding-bandingkan mutu, harga, kemasan, dsb, yang termasuk kedalam barang shooping adalah: teksti, perabot rumah tangga, dsb.
• Barang special
Barang spesial (specialty goods) adalah barang yang mempunyai cirri khas, dan hanya dapat dibeli ditempat tertentu saja. Misalnya barang antic ditoko seni tertentu, perhiasan di toko mas tertentu, pakaian wanita dirumah mode tertentu, dsb.


2. Barang Industri
Barang Industri adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam indudstri, baik secara langsung atau tidak langsung dipakai proses produksi.
• Bahan baku
Bahan baku merupakan bahn pokok untuk membuat barang lain. Misalnya:
Kapas untuk membuat barang, jerami untuk membuat kertas, Minyak bumi untuk membuat bensin,dsb.
• Komponen dan barang setengah jadi
Komponen dan barang setengah jadi merupakan barang-barang yang sudah masuk kedalm proses produksi dan diperlukan untuk melengkapi produk akhir. Termasuk kedalam jenis ini antara lain: benang untuk membuat tekstil, onderdil-onderdil mobil,dsb.
• Perlengkapan Operasi
Perlengkapan operasi (operating supplies) adalah barang-barang yang digunakan untuk membantu lancarnya proses produksi maupun kegiatan-kegiatan lain di dalam perusahaan. Misalnya: minyak pelumas untuk mesin-mesin kertas dan pensil untuk membuat catatan,dsb.
• Instalasi
Instalasi yaitu alat produksi utam dalam sebuah pabrik/perusahaan yang dapat dipakai untuk jangka waktu yang lama (termasuk bahan-bahan tahan lama). Misalnya : mesin penggiling gabah pda perusahaan penggilingan gabah, mesin tenun pada perusahaan tekstil, mesin cetak pada perusahaan percetakan,dsb.
• Peralatan ekstra
Peralatan ekstra (accessory equipment) yaitu alat-alat yang dipakai untuk membantu instalasi, seperti alat angkut dalam pabrik (truk pengangkut barang/fooklift truck), gerobak,dsb.
 Siklus Kehidupan barang (Product Life Cycle)
Siklus Kehidupan barang terdiri atas lima tahap yang berbeda-beda dan masing-masing tahap tersebut adalah :
1. Tahap Pertumbuhan
Pada tahap pertma dari siklus kehidupan barang ini, barang mulai dipasangkan salam jumlah yang besar walaupun volume npenjualannya beum tinggi.



2. Tahap Perumbuhan
Dalam tahap pertumbuhan ini kurva penjualan semakin meningkat cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maa usaha promosi yang dilakukan perusahaaan tidak seagresif tahap sebelumnya.
3. Tahap Kedewasaan dan Kejenuhan
Pada tahap kedewasaan kita melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap bahkan cenderung untuk turun. Dalam tahap-tahap ini tingkat laba mulai menurun, dan persaingan sangat ketat. Usaha periklanan mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.
4. Tahap Kemunduran
Dalam tahap kemunduran ini penjualan semakin menurun dan labanya jga menurun, bahkan menderita rugi. Pasar yang dikusai semakin sempit. Untuk mengatasinya, perusahaan harsnsudah memasarkan barang baru untuk menggantikan barang lama.
 Merk
Merk (Brand) adalah suatu nama, istilah simbul , atau disain (rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk member tada pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
SALURAN PEMASARAN
 Pengertian Saluran Distribusi
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
 Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri
Macam-macam saluran distribusi yang membedakan antara saluran distribusi untuk barang konsumsi dengan saluran distribusi untuk barang industri.
Saluran distribusi untuk barang konsumsi:
• Saluran 1 bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa menggunakan perantara. Saluran ini disebut juga sebagai saluran distribusi langsung.
• Saluran 2 seperti halnya denan saluran 1, saluran ini juga disebut sebagai saluran distribusi langsung. Di sini, pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen. Ada pula beberapa produsen yang mendirikan toko pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen.
• Saluran 3 Saluran distribusi semcam ini banyak dipakai oleh produsen barang konsumsi,dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Disini produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer.
• Saluran 4 Dalam Saluran distribusi, produsen sering meenggunakan gen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepadapedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil.
• Saluran 5 Disini produsen memilih agen (agen penjualan atau agen pabrik) ebagai penyalurnya.ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada.
• Saluran 6 Saluran distribusi barang industry dari produsen kepemakai industry ini merupaka saluran yang paling pendek., dan disebut sebagai saluran distribusi langsung. Biasanya saluran distribusi langsung ini dipakai oleh produsen bilaman transaksi penjualan kepada pemakai idustri elatif cukup besar.
• Saluran 7 produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan peralatan ekstra kecil dapat menggunaka distributor industri untuk mencapai pasarnya.
• Saluran 8 Saluran distribusi ini dapat dipakai oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unit penjualan terlalu kecil untuk dijual secara langsung.
• Saluran 9 Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran. Perusahaan yang ingin memperkenalkan barang baru atau ingin memasuki daerah pemasaran baru, lebih suka menggunakan agen.
 Saluran Distribusi Ganda
Ada beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemiliha saluran distribusi. Faktor-faktor tersehut antara lain:
1. Jenis barang yang dipasarkan
2. Produsen yang menghasilkan produknya
3.Penyalur yang besedia ikut mengambil bagian
4. Pasar yang dituju
 Perantara Saluran
Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beoperasi di antara produsen dan konumen atau pembeli industri.
Macam-macam perantara yang ada adalah:
• Pedagang besar
Pedagang besar merupakan salah satu lembaga saluran yang pentimg,terutama untuk menyalurkan barang konsumsi. Banyak fungsi-fungsi pemasaran yang mereka lakukan, sehingga pedagang besar ini dapat digolongkan ke dalam:
1. Pedagan besar dengan fungsi penuh, yaitu pedagang besar yang melaksanakan seluruh fungsi pemasaran.
2. Pedagang besar dengan fungsi terbatas, yaitu pedagang besar yang hanya melaksakan satu atau beberapa fungsi pemasaran.
• Pengecer
Pengecer dapat digolongkan menurut beberapa cara, antara lain bedasaka banyaknya product line. Product line adalah sekelopok barang yang mempunyai tujuan penggunaan dari karakteristik yang hampir sama. Misalnya: alat olah raga, alat rumah tangga, pakaian dsb. Masing-masing merupakan satu product line bagi toko serba ada. Menurut banyaknya product line, pengecer dapat digolongkan ke dalam:
a. General merchandise store
Generali merchandise store adalah sebuah toko yang menjualbebagai macam barang atau berbagai macam product line. Jenis toko yang dapat dimasukkan ke dalam golongan general merchandise store ini adalah toko serba ada (department store).
b. Single-line store
Penggolongan ini dihubungkan dengan kelompok barang-barang yang dijual (jenis product line-nya). Termasuk kedalam jenis ini antara lain : toko makanan, toko mebel, toko bahan-bahan bangunan, toko alat-alat olah raga, dsb.
c. Speciality store
Disini barang yang dijualnya lebih terbatas, hanya meliputi sebagian dari product line saja. Misalnya : tokotembakau, toko roti, toko sepatu pria,dsb.
 Agen
Adapun jenis-jenis agen yang ada antara lain:
1. Agen penjualan, yang mempunyai tugas utama mencarikan pasar bagi produsen.
2. Agen pembelian, yang mempunyai tugas utama mencarikan penyedia/supplier bagi para pembelian ini digunakan oleh toko-toko pengecer sebagai pembelinya.
3. Agen pengangkutan, yang mempunyai tugas utama menyampaikan barang dari penjual kepada pembelinya.
 Jumlah Perantara dalam saluran
Produsen mempunyai tiga alternatif yang dapat ditempuhnya, yaitu:
1. Distribusi Intensif
Distribusi Intensif merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sebanyak mungkin penyalur (terutama pengecer) untuk mencapai konsumen, agar kebutuhan mereka cepat terpenuhi.

2. Distribusi Selektif
Distribusi selektif merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sejumlah pedagang besar dan/ atau pengecer yang terbatas dalam daerah geografis tertentu.
3. Distribusi Eksklusif
Distribusi eksklusif merupakan suatu stratgi yang digunakan oleh perusahaan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer di daerah pasar tertentu.
 Distribusi Fisik
Istilah distribusi fisik dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemindahan suatu barang ke tempat tertentu pada saat tertentu. Pada pokoknya, dua masalah pentingyang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini:
1. Pengangkutan
Pengangkutan dapat diartikan sebagai pemindahan barang melalui suatu jalan atau jalur yang mengambil tempat diantara lembaga-lembaga saluran, atau antara lembaga saluran dengan konsumen.
a. Penggolongan sesuai dengan metodeee pengangkutannya
Dalam hal ini agen pengangkutan diogolongkan ke dalam:
• Angkutan dngan truk
• Angkutan dengan kereta api
• Angkutan degan pipa
• Angkuta dengan pesawat udara
• Angkutan dengan kapal
b. Penggolongan sesuai dengan bentuk hukumnya
Dalam hal ini agen pengangkutan digolongkan ke dalam :
• Agen pengangkutan umum (common carrier), yaitu unit usaha angkutan umum yang memiliki rute, jam perjalanan, dan jumlah rit tertentu.
• Agen pengangkutan kontrak (contract carrier) yaitu unit usaha angkutan yang beroprasi dalam jumlah pengangkutan terbatas dan didasarkan dengan suatu kontrak.
• Agen pengangkutan sendiri (private carrier), yaitu unt usaha angkutan yang ditangani dan diatur sendirii oleh pabrik/prdusennya.
• Perantar angkutan (freight forwader) yaitu unit usaha angkutan yang tidak memiliki fasilitas pengangkutan sendiri. Operasinya dilakukan dengan cara menyewa ruangan atau tempat atau alat transport dari perusahaan angkutan lain,kemudian menyewakannya kembali kepada pihak yang memerlukan.


2. Penyimpanan
Masalah peyimpanan ini memerlukan pemikiran tersendiri lebih-lebih bagi perusahaan yang tidak mempunyai fasilitas penympanan sendiri. Dalam hal ini perusahaan dapat menyewa fasilitas penyimpanan sendiri. Dalam hal ini perusahaan dapat menyewa fasilitas penyimpanan pada lembaga lain yang disebut gudang umum (public worehouse).
PENENTUAN HARGA
 Arti dan Pentingnya Harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambah beberapa barang jika mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanan.
 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga
1. Keadaan Perekonomian sangat mempengaruhi tingkat harga yang berlaku. Pada periode resensi misalnya,merupakan suatu periode dimana harga berada pada suatu tingkat yang lebih rendah.
2. Penawaran dan Permintaan Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli oleh pembeli pada tingkat harga tertentu.
Penawaran adalah suatu jumlah yang ditawakan oleh penjual pada suatu tingkat harga tertentu.
3. Elastis Permintaan
• Inelastis
Jika permintaaan itu bersifat inelastis, maka perubahan harga akan mengakibatkan perubahan yang lebih kecil pada volume penjualnya.
• Elastis
Apabila ermintaan itu bersifat elastis, maka perubahan harga akan menyebabkan terjadinya perubahan volume penjualan dalam perbandingan yang lebih besar.
• Unitary elasticity
Apabila permintaan itu bersifat unitary elasticity, maka perubahan harga akan menyebabkan perubhan jumlah yang dijual dalam proporsi yang sama.
4. Persaingan
• Persaingan tidak sempurna
• Oligopoli
• Monopoli
5. Biaya merupakan dasar dalam penentuan harga, sebab suatu tingkat harga yang tidak dapat menutup biaya akan mengakibatkan kerugian.



6. Tujuan perusahaan
• Laba maksimum
• Volume penjualan tertentu
• Penguasaan pasar
• Kembalinya modal yang tertanam dalam jangka watu tertentu.
7. Pengawasan Pemerintah
Pengawasan pemerintah juga merupakan faktor penting dalam penentuan harga. Pengawasan pemerintah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk : penentuan harga maksimum dan minimum, diskriminasi harga serta praktek-praktek lan yang mendorong atau mencegah usaha-usaha kearah monopoli.
 Metode-metode penetapan harga
1. Penetapan Haga Biaya Plus (cost-Plus Pricing Method)
Dalam metode ini, harga jual perunit ditentukan dengan menghitung jumlah seluuh biaya perunit ditambah julah tertentu untuk menutup laba yang dikehendaki pada unit tersebut (disebut mariin). Jadi harga jual produk itu dapat dihitung dengan rumus:
BIAYA TOTAL+MARJIN =HARGA JUAL
2.Penetapan Harga Mark-Up (Mark-up Pricing Method)
Para pedagang atau perusahaan perdagangan lebih banyak menggunakan penetapan harga mark-up.
HARGA BELI+MARK UP =HARGA JUAL
3. Penetapan Harga Break-even (Break-even Pricing)
• Biaya Variabel adalah biaya yang berubah-ubah yang disebabkan oleh adanya perubahan jumlah hasil.
• Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah-ubah (konstan)untuk setip tingkatan/sejumlah hasil yang diproduksi.
• Biaya total merupakan seluruh biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan atau dengan kata lain biaya total lain merupaka jumlah dari biaya variabel dan biaya tetap.
BIAYA TOTAL=BIAYA TETAP+BIAYA VARIABEL
• Penghasilan total
Penghasilan total merupakan jumlah penerimaan yang diperoleh perusahaan dari penjual produknya.
4. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar




 Politik Penetapan Harga
1. Penetapan Harga Psikhologis
2. Price Lining
3. Potongan Harga
a. Potongan kuantitas
Potongan kuantitas adalah potongan harga yang ditawarkan oleh penjual agar konsumen bersedia membeli dalam jumlah yang lebih besar,atau bersedia memusatkan pembelinya pada penjual tersebut.
b. Potongan Dagang
Potongan dagang atau disebut juga potongan fungsional merupakan potongan harga yang ditawarkan pada pembeli atas pembayaran untuk fungsi-fungsi pemasaran yang mereka lakukan.
c. Potongan Tunai
Potongan tunai adalah potongan yang diberikan kepada pembeli atas pembayaran rekeningnya pada suatu periode, dan mereka melakukan pembayaran tepat pada waktunya.
d. Potongan Musiman
Potongan musiman adalah potongan yang diberikan kepada pembeli yang melakukan pembelian diluar musim tertentu.
4. Penetapan Harga Geografis
a. F.O.B tempat asal (F.O.B. point of origin) dimana seluruh ongkos angkut ditanggumg oleh pembeli.
b. F.O.B tujuan (F.O.B. destination ) dimana seluruh ongkos angkut ditanggung oleh penjual termasuk keamanan dalam perjalanan.
PROMOSI DAN PERIKLANAN
 Promosi
Promosi merupakan salah satu variabel marketing mix yang digunakan oleh perusahaan untuk megadakan komunikasi dengan pasarnya.
Beberapa kegiatan yang berada dalam promosi pada umumnya ada empat,yaitu:
• Periklanan
• Personal selling
• Promosi Penjualan
• Publisitas dan hubungan masyarakat



 Periklanan
Periklanan merupakan salah satu kegiatan pomosi yang banyak dilakukan oleh perusahaan maupun perseorangan.
Periklanan adalah komunikasi non –individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
1. Tujuan Periklanan
Tujuan perikanan yang terutama adalah menjual atau meningkatkan penjualan barang atau jasa. Adapun tujuan-tujuan lain dari periklanan:
a. Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain.
b. Memcapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh salesman daalam jangka waktu tertentu.
c. Mengadakan hubungan dengan para penyalur, misalnya dengan mencantumkan nama dan alamatnya.
d. Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru.
2. Jenis periklanan
a. Periklanan barang (product advertising)
Periklanan barang ini dilakukan dengan menyatakan kepada pasar tentang produk yang ditawarkan.
b. Periklanan kelembagaan (institusional advertising)
Periklanan kelembagaan dilakukan untuk menimbulkan rasa simpati terhadap penjual dan ditunjukkan untuk menciptakan goodwill kepada perusahaan. Jadi, periklanan ini lebih menitikberatkan pada nama penjual atau perusahaannya.
3. Media periklanan
a. Surat kabar merupakan media periklanan yang dapat mencapai masyarakat luas karena harganya relatif murah.
b. Majalah Lebih selektif atau terbatas dibandingkan dengan surat kabar.namun dapat dinikmati lebih lam sertadapat mengemukakan gambar berwarna yang lebih menarik.
c. Radio sebagai media yang hanya dapat dinikmati melalui pendengaran saj, radio dapat menjangkau daerah yang luas dan dapt diterima oleh segala lapisan masyarakat.
d. Televisi merupakan media yang dapat memberikan kombinasi antara suara dengan gambar yang bergerak dan dapat dinikmati oleh siapa saja.
e. Pos langsung
Media periklanan yang dapat dimaksukan kedalam pos langsung (direct mail) adalah: kartu pos, buku kecil,surat edaran, brosur dsb.


4. Biro periklanan
Biro periklanan (advertising agency) merupakan lembaga bisnis yang berdir sendiri, yang mengkhususkan kegiatannya dibidang peencanaan,pengembangan,dan penempatan periklanan bagi langganan.
PERSONAL SELLING, PROMOSI PNJUALAN,DAN PUBLISITAS
 Personal Selling
Personal selling adalah interaksin antar individu, saling bertemu muka yang ditunjukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan pihak lain.
1. Proses personal selling
a. Persiapan sebelum penjualan
b. Penentuan lokasi pembeli potensial
c.Pendekatan pendahuluan
d. Melakukan penjualan
e. Pelayanan sudah penjualan
2. Jenis tugas penjualan dan salesmen
a. Trade selling dan merchandising salesmen
Trade selling merupakan tugas penjualan yang ditunjukan kepada penyalur, bukan kepada pembeli akhir.
b. Missionary selling dan detailman
Missionary selling merupakan tugas penjualan yang dilakukan untuk mendorong pembeli agar bersedia membeli pada penyalur perusahaan.
c. Technical selling dan sales engineer
Technical selling merupakan tugas penjualan yang berusaha meningkatkan penjualan dengan pemberian saran dan nasehat kepada pembeli akhir dari barang dan jasa (terutama menyankut masalah teknis
d. New Business selling dan pioneer product salesman
New business selling merupakan tugas penjualan yang berusaha membuka transaksi baru dengan mengubah calon pembeli menjadi pembeli.
 Publisitas
Merupakan salah satu kegiatan promosi yang dilakukan melalui suatu media.
 

nadiapucino Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea