Tampilkan postingan dengan label Accounting International. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Accounting International. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 April 2014

Penerapan IFRS Indonesia

Diposting oleh nadiapucino di 00.30 0 komentar
Nama : Nadia Putri Dewinasari
Npm   : 24210897
Kelas  : 4EB18

Penerapan IFRS di Indonesia

2. A.       Pembahasan

Apakah perlu indonesia mengadopsi IAS/IFRS?
        Perlu, karena Indonesia adalah bagian dari IFAC yang sudah pasti harus mematuhi SMO (Statement Membership Obligation) yang menjadikan IFRS sebagai accounting standard. Seluruh sistem Akuntansi di Indonesia memiliki standar utama yang harus digunakan agar produk dari akuntansi yaitu laporan keuangan  memiliki keseragaman dalam penyajiannya. Indonesia akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012, strategi adopsi yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu big bang strategy dan gradual stategy. Big bang strategi mengadopsi penuh IFS sekaligus, tanpa melalui tahapan-tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara-negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara-negara berkembang seperti indonesia.
Selain itu konvergensi IFRS adalah kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 Forum. Pada pertemuan pemimpin G20 di wahington DC, pada 15 November 2008 didapati hasil : “Strengthening Transparency and Accountability” yang kemudian pada 2 April 2009  di London pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk : Strengthening Financial Supervision and Regulation “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of highquality global accounting standards.

Tujuan diterapkannya IAS/FRS di Indonesia
Tujuannya adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang: 
1.      Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
2.      Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3.        Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

2. B.         Ruang Lingkup
Penyajian Laporan Keuangan Perbankan Syariah
Penyajian laporan akuntansi bank syariah telah di atur dengan PSAK No. 101 tentang penyajian laporan keuangan syariah. Oleh karena itu, laporan keuangan harus mampu memfasilitasi semua pihak yang terkait dengan bank syariah. Laporan keuangan disajikan secara lengkap yang terdiri dari komponen-komponen berikut ini: Neraca, Laporan Laba-Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Analisis kualitatif pada Laporan Keuangan Bank Syariah Muammalat Indonesia Tahun 2007 adalah sebagai berikut:
a. Neraca
Neraca Bank Syariah Muammalat Indonesia Tahun 2007, jelas telah patuh pada ketentuan ED PSAK 101 paragraf 52 yaitu Neraca bank syariah disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur posisi keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar.

b. Laporan Laba Rugi Laporan Laba Rugi Bank Syariah Muammalat Indonesia Tahun 2007 setelah dianalisis telah mematuhi ED PSAK 101 paragraf 60, yakni telah disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar dan telah sesuai dengan kriteria yang disyaratkan oleh ED PSAK 101 paragraf 60.

c. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas Bank Syariah Muammalat Indonesia Tahun 2007 setelah dianalisis telah mematuhi ED PSAK 101 paragraf 69, yakni telah disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar dan telah sesuai dengan kriteria yang disyaratkan oleh ED PSAK 101 paragraf 69. Ini dapat dilihat pada paparan tentang Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Arus Kas dari Aktivitas Investasi, Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan, dan berakhir pada Jumlah Kas dan Setara Kas.

d. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Perubahan Ekuitas Bank Syariah Muammalat Indonesia Tahun 2007 setelah dianalisis sama dengan Bank Syariah Mandiri, belum sepenuhnya mematuhi ED PSAK 101 paragraf 67, yakni belum menunjukkan hal-hal seperti berikut: a) Belum mencantumkan pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAKterkait diakui secara langsung dalam ekuitas, b) Belum mencantumkan pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terkait.

e. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat Bank Syariah Muammalat Indonesia Tahun 2007 setelah dianalisis belum mematuhi ED PSAK 101 paragraf 70-74, karena tidak tercantum pada Laporan Keuangan yang telah diaudit.

f. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana
KebajikanLaporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan Bank Syariah Muammalat Indonesia Tahun 2007 setelah dianalisis belum mematuhi ED PSAK 101 paragraf 75-76 dan PSAK 7 butir c, karena tidak tercantum pada Laporan Keuangan yang telah diaudit.

g. Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan Bank Syariah Muammalat Indonesia Tahun 2007 setelah dianalisis belum mematuhi ED PSAK 101 paragraf 78-83, karena belum menyajikan secara utuh dan belum menyampaikan keterkaitan bagian-bagian dari Laporan Keuangan mulai dari Neraca sampai dengan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan.

Kesimpulan
Indonesia Perlu mengadopsi IFRS unuk mencapai keseragaman dalam penyajian laporan keuangan dan mengandung informasi yang berkualitas tinggi. Di indonesia yang sudah menerapkan IFRS contohnya adalah Bank syariah Muamalat Indonesia menerapkan PSAK 101. Format laporan keuangan yang digunakan oleh Bank syariah Muamalat Indonesia adalah Neraca, Laporan Laba-Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Kepatuhan Laporan Keuangan Bank Syariah Muammalat Indonesia secara prinsip dan implisit telah patuh pada ED PSAK 101 Syariah, kecuali di Laporan Perubahan Ekuitas bank tersebut yang belum mematuhi ED PSAK 101 paragraf 67 dan ED PSAK 101 paragraf 14. Bank Syariah Muammalat Indonesia mengganti peran Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat & Laporan Keuangan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan dengan Lembaga yang dibentuk yaitu LAZ (Lembaga Amil Zakat). Kelangsungan Usaha dan Dasar Akrual dan Kas secara prinsip telah sesuai dengan ED PSAK 101.


Sumber :
4.      Saifudin. Persepsi Kepatuhan Laporan Keuangan BSMI Pada ED PSAK 101.Universitas Semarang


Selasa, 11 Maret 2014

Accounting International (Bab 1)

Diposting oleh nadiapucino di 03.37 0 komentar
BAB  I
PENDAHULUAN 
            Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas: pengukuran, pengungkapan dan pemeriksaan (auditing). Pengukuran adalah proses mengidentifikasikan, mengelompokan dan menghitung aktivitas ekonomi / transaksi. Pengungkapan adalah proses di mana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan. Auditing adalah proses di mana kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.

 SUDUT PANDANG SEJARAH
  • Akuntansi bermula dari system pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) yang berawal dari negara-negara kota di Italia pada abad ke 14 dan 15.
  • Adanya keinginan pemerintah Italy untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.
  • “Pembukuan ala Italy” digunakan untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik di Jerman.
  • Profesi akuntansi publik sudah terorganisasi di Skotlandia dan Inggris selama tahun 1870-an.
    • Akuntansi Inggris menyebar di seluruh Amerika Utara dan wilayah persemakmuran Inggris.
    • Sistem akuntansi Perancis digunakan di Polinesia dan wilayah-wilayah di Afrika.
    • Kerangka pelaporan system Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, Indonesia dan Kekaisaran Rusia.
 SUDUT PANDANG KONTEMPORER
  • Pengurangan yang signifikan atas hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalamteknologi informasi.
  • Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung dan transaksi terkait dengan diliberalisasikan secara dramatis.
  • Pemerintahan yang terus berusaha membuka perekonomian terhadap perusahaan swasta, investor dan bisnis internasional.
  • Kemajuan teknologi informasi menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi.
 PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL
            Bisnis internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Saat ini perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan tingkat yang lebit cepat daripada perdagangan barang.
Saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan luar negeri dan meningkatkan asosiasi dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian system manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansistrategis.

 INOVASI KEUANGAN
Titik utama terletak pada manajemen resiko, yaitu :
  1. Manajemen harus mampu menghadapi gejolak perputaran naik turunnya harga sehingga perusahaan tidak harus berhadapan dengan kerugian ekonomis.
  2. Manajemen harus mampu mempertinggi nilai perusahaan agar dapat menarik investor dan memberikan kepercayaan bagi pemegang saham perusahaan lainnya.
  3. Manajemen harus dapat mengidentifikasi setiap resiko yang rentan serta mengevaluasi hasil strategi manajemen resiko yang dijalankan.
Tampaklah jelas adanya ketergantungan yang ditimbulkan terhadap praktik pelaporan international dan kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran produk resiko keuangan.

 KOMPETISI GLOBAL
            Salah satu faktor yang menyumbangkan makin pentingnya akuntansi international adalah fenomena kompetisi global. Dibutuhkannya penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai. Dalam penentuan acuan terhadap pesaing international, seseorang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar-benar dapat dibandingkan.

 MERGER DAN AKUISISI LINTAS BATAS NEGARA
            Merger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi memainkan peranan yang penting dalam kerga konsolidasi ini karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaiaan perusahaan. Perbedaan aturan pengukuran akuntansi dapat menimbulkan kesulitan proses penilaian perusahaan yang tidak sebanding dalam pasar untuk memperoleh kendali perusahaan.

 INTERNASIONALISASI PASAR MODAL
  • Data statistik memperlihatkan bahwa dalam arus modal lintas batas negara telah melonjak naik menjadi lebih dari dua puluh kali lipat sejak tahun 1990.
  • Penawaran sekuritas international telah melonjak lebih dari empat kali lipat dalam periode yang sama dan telah melampaui nilai lebih dari 1,5 triliun dollar.
  • Penawaran yang berkenaan dengan pbligasi, pinjaman modal perusanaan dan prasarana utang lainnya juga melonjak naik secara dramatis sejak tahun 1990.
  • Investasi perlindungan dana retail secara mendunia akan mengalami peningkatan hingga 2,5 triliun dollar pada tahun 2010.
  • Federasi Bursa Efek Dunia melaporkan bahwa meskipun jumlah perusahaan domestic yang terdaftar di beberapa tempat meningkat dan di tempat lain justru menurun dalam paruh decade pertama, namun demikian rata-rata volume perdagangan tahunan dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar telah melonjak secara signifikan.
Tiga Wilayah dengan pasar modal terbesar, yaitu :
  1. Benua Amerika : Kapitalisasi pasar di Amerika dalam persentase terhadap total global berada pada posisi 47,5 persen pada awal tahun 2006.
  1. Benua Asia Pasifik : Kapitalisasi pasar sebagai persentase dari produk domestic bruto di Asia terbilang rendah dibandingkan dengan di Amerika Serikat dan beberapa pasar utama Eropa.
  1. Benua Eropa : Perluasan ekonomi secara signifikan turut menyumbangkan pertumbuhan pasar ekuitas Eropa yang cepat selama paruh waktu kedua tahun 1990-an.
 PENCATATAN DAN PENERBITAN SAHAM LINTAS BATAS NEGARA
            Bukti menunjukkan bahwa perusahaan penerbit saham bermaksud melakukan pencatatan lintas-batas di Eropa untuk memperluas kelompok pemegang saham, meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan/atau membangun kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya negara-negara di mana perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan/atau pelanggan utama.
            Derap perubahan yang terjadi di pasar-pasar modal seluruh dunia hingga saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan melambat. Salah satu contoh adalah makin bertambah pentingnya konsolidasi dan kerja sama di antara bursa efek dunia. Beberapa pengamat memperkirakan bahwa dalam kurun waktu yang cukup singkat, pasar keuangan dan perdagangan akan didominasi oleh dua atau tiga bursa efek dunia yang beroperasi lintas benua. Seluruh perkembangan ini menghadapkan kita pada situasi yang sangat kompleks bagi regulasi laporan keuangan.


Sumber: Choi, D.S. Frederick., Gary K. Meek.International Accounting.Salemba Empat
 

nadiapucino Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea